Upaya Hukum Bumigas Kontraproduktif untuk Program Pemerintah di Bidang Energi

Politik & Hukum
44
0
sample-ad

Indonesiaoke.com, Jakarta – Sesuai UU No. 30/1999 Pengadilan Negeri tidak mempunyai wewenang untuk memeriksa pokok perkara atas permasalahan yang sudah tunduk pada klausula arbitrase (BANI). Adanya klausula arbitrase meniadakan hak para pihak untuk mengajukan gugatan terkait pokok perkara ke Pengadilan.

“PT Geo Dipa Energi (Persero) dan PT Bumigas Energi terikat dengan klausula arbitrase, dimana para pihak sepakat kalau terdapat permasalahan diantara para pihak maka diselesaikan melalui BANI,” kata Kuasa hukum Geo Dipa, Asep Ridwan dari Kantor Hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP) di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Asep Ridwan merespon PT Bumigas Energi yang menyampaikan permohonan pembatalan Putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

“Kami percaya bahwa Pengadilan akan profesional dan taat asas terkait hal ini. Pengadilan hanya berwenang sebatas permohonan pembatalan yang secara limitatif diatur dalam Pasal 70 UU Arbitrase,” katanya.

Menurut Asep, berkaitan dengan sengketa antara Geodipa dan Bumigas, BANI telah mengeluarkan putusannya pada tanggal 30 Mei 2018 yang pada pokoknya menyatakan Bumigas terbukti telah melakukan wanprestasi dalam perjanjian proyek pembangunan Panas Bumi Dieng dan Patuha, dan putusannya berkekuatan hukum tetap.

Asep menjelaskan, dalil-dalil yang disampaikan oleh Bumigas dalam permohonan pembatalan terhadap Putusan BANI di Pengadilan Negeri Jaksel seluruhnya merupakan pengulangan atas dalil-dalil yang telah disampaikan oleh Bumigas di BANI.

“BANI juga telah memeriksa dan mempertimbangkan hal tersebut sebelum memutus perkara, termasuk seperti masalah nebis in idem dan sebagainya, sehingga sudah sepantasnya PN Jakarta Selatan menolak permohonan Bumigas ini,” katanya.

Menurut Asep, dalam putusan BANI sama sekali tidak ada ultra petita, karena putusan BANI telah sesuai dengan permohonan dan fakta-fakta dalam persidangan di BANI.

Bahkan BANI sebenarnya hanya mengabulkan sebagian permohonan dari Geodipa sebagai pemohon Di BANI, dimana dalam permohonannya Geodipa sebenarnya mengajukan terdapat banyak wanprestasi yang dilakukan oleh Bumigas berkaitan dengan perjanjian di antara para pihak.

Menurut Asep Ridwan, terkait tuduhan adanya tipu muslihat dalam putusan BANI, sama sekali tidak berdasar dan tidak logis.

“BANI sebagai lembaga pernyelesaian permasalahan yg telah dipilih kedua belah pihak sudah mendasarkan putusanya sesuai dengan fakta-fakta persidangan, dimana dalam persidangan tersebut BANI juga telah memberikan kesempatan kepada Bumigas untuk mengajukan bukti, saksi dan ahli,” katanya.

Asep juga menyoroti terhadap tuduhan adanya tipu muslihat terkait surat KPK juga sangat tidak berdasar. Surat dari KPK hanya salah satu bukti dari sekian bukti lainnya yang diajukan Geodipa berkaitan dengan adanya wanprestasi yang dilakukan oleh Bumigas.

“KPK sebagai lembaga kredibel tentunya telah mempunyai dasar/pertimbangan sebelum mengeluarkan surat tersebut,” katanya.

Asep juga menjelaskan, satu hal yang perlu diperhatikan bahwa Geo Dipa adalah BUMN yang 93 % saham dimiliki Pemerintah Indonesia yang membawa kepentingan nasional untuk mewujudkan pengembangan kapasitas energi nasional dalam penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 35.000 MW.

“Karenanya, hal- hal yang dilakukan oleh Bumigas selama ini sangat kontraproduktif terhadap program pemerintah tersebut. Oleh karena itulah pada akhirnya kami mengajukan permohonan arbitrase ke BANI karena Bumigas nyata-nyata telah melakukan wanprestasi,” kata Asep.

Geo Dipa juga akan menyampaikan jawaban sebagai tanggapan atas dalil Bumigas dalam permohonan pembatalan Putusan BANI No. 922/2017 pada sidang selanjutnya hari Kamis, 9 Agustus 2018 di PN Jaksel.

“Terkait dengan agenda sidang hari ini, pihak Geo Dipa akan menyampaikan tanggapannya secara resmi pada agenda sidang berikutnya yang akan diagendakan Kamis pekan ini,” kata Asep. (pan)

sample-ad

Facebook Comments