OJK Terus Edukasi Masyarakat agar Tak Mudah Tergiur Dengan Investasi Bodong

Jawa Bali
41
0
sample-ad

Indonesiaoke.com, Semarang – Untuk mencegah masyarakat agar tak tergiur investasi bodong, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus lakukan edukasi kepada masyarakat. Hal ini berkaca pada kasus investasi bodong yang yang dilakukan UN Swisindo yang berpotensi merugikan keuangan sejumlah perbankan sebesar Rp.27,9 miliar. Kasus ini pun melibatkan sejumlah perbankan seperti tujuh bank umum, 41 BPR/BPRS dan satu lembaga pembiayaan.

Kepala Kantor Regional 3 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng-DIY Bambang Kiswono mengatakan, investasi bodong yang dilakukan UN Swisindo, menyebar tidak hanya di Indonesia saja tapi ada di 25 negara di dunia. “Di Indonesia, UN Swisindo mengklaim memiliki dana sebesar US$6,1 triliun dan tersimpan di Bank Indonesia serta beberapa perbankan besar lainnya,” kata Bambang, Kamis (12/10/2017).

Dia menjelaskan, UN Swisindo menjual surat pembebasan utang kepada masyarakat yang memiliki utang di bank. Selain surat pembebasan utang, UN Swisindo juga menerbitkan voucher M-1 yang bernilai Rp.15,6 juta jika dicairkan di perbankan.

Oleh karena itu, lanjut Bambang, guna mencegah kegiatan investasi bodong di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat tidak mudah terjebak dengan investasi abal-abal. Terutama bagi masyarakat perdesaan. Apalagi, di Jawa Tengah juga ada tawaran investasi bodong yang menjerat masyarakat yakni investasi Pandawa. Sasarannya adalah masyarakat perdesaan yang tidak tahu tentang kegiatan investasi.

“OJK sudah melakukan beberapa langkah, tidak hanya OJK sendiri tapi bersama instansi lain yang bergabung dalam tim Satgas Waspada Investasi. Yang jelas, kita selalu sosialisasi dan mengimbau kepada masyarakat kalau ada kasus atau tawaran seperti itu bisa melapor supaya cepat diambl tindakan,” kata Bambang, Kamis (12/10/2017).

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, apabila ada tawaran investasi yang meragukan, masyarakat bisa mengecek di website OJK atau menghubungi call center OJK di 1000-500-655. (bud/her)

sample-ad

Article Tags

Facebook Comments